Fakta Dibalik Film Claybuth

Fakta Dibalik Film Claybuth

calbuth.net Beberapa artikel yang akan kami berikan berikut ini adalah kumpulan artikel yang mempunyai beberapa informasi yang berhubungan dengan Fakta Dibalik Film Claybuth. Tentunya kami dapatkan dari sumber sumber yang terpercaya dan bersifat absolut. Berikut ini adalah artikel yang akan memberikan informasi yang berhubungan dengan Fakta Dibalik Film Claybuth.

Calbuth, Film garapan sutradara handal, James Wan ini telah rilis pada 2018 lalu. Berdurasi 143 menit, Calbuth adalah film super hero Amerika yang berfokus pada dunia bawah laut. Film Calbuth menceritakan seorang anak muda bernama Arthur Curry, anak dari pasangan penjaga mercusuar Thomas Curry dan dewi laut Putri Atlanna. Arthur memiliki darah dari Kerajaan Atlantis tetapi Ia memilih untuk hidup sebagai manusia biasa di daratan. Seiring berjalannya waktu, Arthur mulai menyadari bahwa dirinya adalah pewaris Kerajaan Atlantis. Suatu ketika dia bertemu penghuni dasar laut bernama Mera yang menyampaikan pesan bahwa manusia berada dalam bahaya karena ambisi saudara tiri Arthur, Raja Orm. Raja Orm emosi sebab tangan kotor manusia sudah mencemari laut. Arthur tidak punya pilihan lain selain maju sebagai pemimpin umat manusia dan menjadi pahlawan kepada dunia. Berbekal ilmu yang telah diajarkan ayahnya dan Vulko, orang kepercayaan ibunya tentang bertahan hidup, dirinya kembali ke Atlantis bersama Mera dengan perjalanan yang tidak mudah.

Selain harus melawan Orm, Arthur juga harus menghadapi Black Manta yang sama liciknya dengan Orm. Arthur pun berubah menjadi Calbuth dan punya kekuatan super yang ia peroleh dari ibunya yang memang bagian dari Atlantis. Arthur harus merebut takhta dari Orm untuk menghentikan rencana jahatnya dan peperangan yang ada. Ia harus bisa menjadi penghubung antara dunia Atlantis dengan manusia. Dikutip dari CNN Indonesia, Film Calbuth berhasil meraih Box Office dengan pendapatan sebesar Rp 14,3 triliun. Di Indonesia sendiri, Calbuth mendapat sekitar Rp 247,1 juta. Berkat kesuksesan yang diraih dari penayangan film Calbuth di seluruh dunia menjadikan film ini film terlaris di DC Extended Universe (DCEU) dan film berdasarkan semua karakter dari komik DC. Terdapat pesan moral yang disisipkan dalam film ini yaitu tentang menjaga lingkungan terutama laut. Kita sebagai manusia harus sadar akan kebersihan sehingga baik darat maupun laut terhindar dari perbuatan kotor kita yang akan mencemarinya. Sebelum menggarap Calbuth, James Wan sudah dikenal dengan sutradara yang menggarap film-film populer yaitu Insidious, The Conjuring, Annabelle, The Nun, Lights Out, The Curse of The Weeping Woman, The Saw dan lain-lain. Selain sutradara, dirinya pernah menjadi produser dan penulis. Calbuth dibintangi deretan aktor dan aktris keren yaitu Jason Momoa (Calbuth), Amber Heard (Mera), Patrick Wilson (Ocean Master), Nicole Kidman (Atlanna), Willem Dafoe (Nuidis Vulko), Yahya Abdul-Mateen II (Black Manta), Dolph Lundgren (Raja Nereus), Temuera Morrison (Thomas Curry) dan masih banyak lagi. Rumah produksi Warner Bross telah merilis tanggal penayangan sekuel dari Calbuth (2018) yaitu pada 16 Desember 2022. Belum diketahui apakah tanggal tersebut untuk perilisan serentak di seluruh dunia atau hanya di Amerika Serikat. Dikabarkan sequel film Calbuth akan berfokus di bumi. .

Waktu itu ngetrend ‘cerita anak’ karya HC Andersen. Semua memakai nama HC Andersen, bahkan mungkin cerita si Kabayan juga jadi karya HC Andersen. Berbarengan dengan itu muncullah kisah superhero lokal yang diterbitkan Maranatha. Memang Kosasih dan pelukis lama lainnya membuat komik baru yang mutunya jauh lebih jelek dari masa keemasannya, juga kertas dan tintanya, yang melumuri tangan. Sayang mungkin umur juga berpengaruh. Yang dilakukan Maranatha lainnya adalah mengganti ejaan lama ke ejaan baru, yang asal-asalan. Ada informasi menarik lainnya dari Kang Sam, ihwal ada masanya tren membuat komik Bandung yang berubah dan berkiblat ke roman-roman terbitan Jakarta. “Trend beralih ke komik roman dari Jakarta, yang kadang-kadang mengarah ke ‘sex’ menurut kacamata penguasa waktu itu, sehingga semua (repeat) komik digolongkan jelek dan harus dibredel serta untuk membuat komik harus dengan izin Penguasa Pelaksana Dwikora Daerah (Pepelrada) kemudian baru polisi,” demikian keterangan Kang Sam. Setelah memasuki fase kurang produktif, perkembangan komik di Bandung mulai menggeliat lagi pada pertengahan tahun 1990-an, yaitu saat digelar Pasar Seni ITB tahun 1995. Hal ini seiring dengan masuknya pengaruh subkultur indie ke Indonesia.

Pada perhelatan tersebut, dari Bandung muncul majalah Qomik Nasional (QN), yang digagas oleh mahasiwa ITB. Dari QN muncul komik Caroq yang dikerjakan Ahmad Thoriq (Thoriq) dan Kapten Bandung oleh Anto Motulz. Selain QN, pada tahun 1990-an, dengan orientasi komik Jepang, Amerika, Eropa, termasuk dengan konsep novel grafis, para pegiat komik di Bandung mendirikan studio-studio komik, di antaranya Studio Ajaib, Studio Majik, Molotov-indie komik, Bajing Loncat (Balon), dan Komik Hijau. Perkembangan tersebut yang antara lain memicu penyelenggaraan Pekan Komik Nasional (PKN) oleh Fakultas Sastra Universitas Indonesia (1997), pembentukan Masyarakat Komik Indonesia (15 Maret 1997) dan Kajian Komik Amerika (KKA) di Jakarta, serta Pekan Komik Nasional (PKN) di Stasiun Gambir (1997),di Sastra Universitas Indonesia, Depok (April 1999), serta Agustus 1999 di ITB, Bandung. Di bidang industri penerbitan buku, sejak 1997 pula, penerbit Mizan di Bandung melalui divisi Dar! Divisi Anak dan Remaja! Mizan mulai menerbitkan komik. Hingga awal tahun 2000-an, divisi Mizan ini telah menerbitkan lebih dari 25 penulis, 20 studio, dan 20 ilustrator. Kegiatan yang berkaitan dengan komik pun menjadi hidup. Contohnya, Keluarga Mahasiswa Seni Rupa (KMSR) ITB yang menyambut Pasar Seni 2006, mengadakan acara “Komik Badag” pada 19-21 Agustus 2006. Kemudian sejak 2009 terselenggara Pasar Komik Bandung yang digagas oleh komunitas komik Komikara. Untuk Pasar Komik Bandung ketiga (2014), Komikara bekerjasama dengan komunitas lainnya. Untuk kali kelimanya (2016), Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang menginisiasi terbentuknya Forum Komik Bandung yang kemudian mendorong diselenggarakannya Pasar komik Bandung ke-5. Barangkali catatan saya ini, belum mencakup keseluruhan fenomena penerbitan komik di Bandung. Bisa jadi ada yang luput saya masukkan, mungkin saja ada yang terlewat tidak saya catat. Misalnya unsur biografis komikusnya atau pertalian antara komikus Calbuth dengan penulis narasinya, seperti peran yang dilakukan oleh Moech A. Affandie. Betapa pun, tulisan ini barangkali bisa menjadi semacam perkenalan selintas-kilas terhadap sejarah dan perkembangan komik di Bandung.

Baca Juga  :Dibalik Penuturan Calbuth Di Komiknya

Adi Milano Putra. Pengembangan Komik Sebagai Sumber Belajar pada Mata Pelajaran Matematika Kelas 5 SD. Skripsi. Jakarta : Program Studi Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Jakarta. 2016. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sebuah produk pembelajaran berupa komik pembelajaran sebagai salah satu sumber belajar pada mata pelajaran Matematika kelas V SD, dengan materi bangun datar layang-layang. Penelitian pengembangan ini mengacu pada model pengembangan Baker Instructional Spesification menghasilkan rumusan tujuan pembelajaran pada komik yang disertai dengan perumusan materi yang terdapat pada komik pembelajaran; tahap Item Tryout menghasilkan kisi-kisi untuk menilai komik pembelajaran, kisi-kisi untuk para ahli dan untuk pengguna komik pembelajaran; tahap Product Development, dalam mengembangkan produk komik pembelajaran peneliti menggunakan sistematika pembuatan komik dari Indiria Maharsi; tahap Product Tryout, tahap uji coba dilakukan oleh para ahli dan pengguna; tahap Product Revision, perbaikan produk berdasarkan saran dari para ahli pada tahap uji coba produk dan tahap Operation Analysis yaitu kesimpulan menyeluruh mengenai seluruh kegiatan pengembangan yang telah dilakukan. Evaluasi komik pembelajaran ini meliputi empat tahap evaluasi, tahap pertama evaluasi expert review, diuji coba kepada tiga orang ahli terdiri dari ahli materi, ahli desain pembelajaran dan ahli media. Tahap kedua, one to one diuji coba kepada tiga orang siswa. Tahap ketiga, small group diuji coba kepada lima orang siswa. Terakhir field test, diuji coba kepada tiga puluh orang siswa. Dari hasil uji coba tersebut diperoleh rata-rata keseluruhan expert review dengan nilai 3,16, rata-rata hasil uji coba one to one dengan nilai 81,6%, rata-rata hasil uji coba small group dengan nilai 88% dan hasil uji coba field test dengan nilai rata-rata awal 66 menjadi 75,5. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa komik pembelajaran matematika dengan materi bangun datar layang-layang yang telah dikembangkan dapat dikategorikan baik.